IMG 20150713 171353  large

Bahan Rough Batu Akik Fosil Kayu Ulin besar


Rp 80.000,-

 

Order Now

Code :

Description

 Berikut berita tentang fosil kayu ulin kalimantan
 

MANFAAT BATU AKIK FOSIL KAYU ULIN KALIMANTAN: Untuk Usir Racun, Ditemukan Di Tenggarong Seberat 300 Kg

 

Bisnis.com, TENGGARONG – Batu akik dari fosil kayu ulin ditemukan seberat 300 kg di Bengkinang Tenggarong. Batu disebut-sebut memiliki manfaat untuk yakni mengusir racun dalam tubuh.

Batu akik dari fosil kayu ulin seberat 300 kg itu yang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh ditemukan oleh Jumri, warga Desa Bengkinang Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Kaltim, secara tak sengaja saat dia berkebun.

Fosil kayu ulin yang sudah menjadi batu akik seberat 300 kilogram itu berbentuk bongkahan batang kayu sangat besar. Menurut Jumri, terdapat bagian batu warna hitam pekat pada batu fosil kayu ulin yang bisa menghilangkan racun dalam tubuh.

“Batu hitam pada bagian batu akik kayu ulin direndam dengan air. Kemudian, air tersebut bisa menghilangkan racun.,” ujarnya.

Jumri yang menemukan batu akik dari fosil kayu ulin itu mengatakan butuh ekstra kerja keras memindahkan penemuannya itu ke rumahnya di Desa Bengkinang. Dia harus mengangkat menggunakan drum plastik untuk menarik batu tersebut. Batu tersebut tertanam di tanah

“Perahu saya yang memuatnya bocor karena tak kuat menahan batu itu,” katanya.

Saat ini, banyak sekali warga sekitar kota Tenggarong tertarik untuk melihat batu akik dari kayu ulin ini. Mereka mencoba meminta patahan-patahan batu tersebut untuk menjadi perhiasan cincin.

Beberapa penggemar akik bahkan mengamati serat batu berwarna hitam, kuning, putih dan coklat yang terdapat pada batu akik kayu ulin.

“Ada semacam zat seperti kristal yang melapisi batu akik kayu ulin ini. Karena, batunya sangat keras berbeda dengan fosil kayu ulin yang banyak ditemukan di Kalimantan, masih rapuh. Batu akik ini berbeda, sangat-sangat keras batunya,” ujar Tupang, warga kota Tenggarong.

http://kabar24.bisnis.com/read/20150424/78/426112/manfaat-batu-akik-fosil-kayu-ulin-kalimantan-untuk-usir-racun-ditemukan-di-tenggarong-seberat-300-kg

 

 

Fosil Ulin Sepanjang 40 Meter Ditemukan di Kukar

KUTAI KARTANEGARA, KOMPAS.com — Masyarakat Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dihebohkan dengan penemuan fosil ulin sepanjang 40 meter. Batang ulin itu berdiameter 1,5 meter dan masih utuh berbentuk batang kayu.

Fosil tersebut pertama kali ditemukan warga Desa Purwajaya. Gandi, salah satu warga, mengatakan, sebenarnya fosil tersebut ditemukan sejak 15 tahun lalu, tetapi saat dilaporkan tidak mendapat tanggapan. 

Ketika fenomena fosil ulin menjadi tren, barulah fosil tersebut kembali digali. "Dulu belum ada yang tahu potensi fosil kayu ini," kata Gandi, Rabu (10/6/2015). 

Gandi menjelaskan, posisi temuan fosil kayu ulin ini berada di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, persisnya di Kilometer 5. Lokasi fosil ulin berada di dalam hutan, 2,5 kilometer dari jalan poros. "Posisinya terpendam tanah sehingga warga beramai-ramai menggali," ujar dia.

Penemuan fosil ini membuktikan bahwa Kalimantan adalah "surga" pohon ulin berukuran raksasa. Fosil kayu ini termasuk berharga jika diubah menjadi kerajinan yang menarik dan pasti akan bernilai tinggi. "Potensi ini yang baru kita sadari saat ini, di samping sisi historisnya," kata Gandi. 

"Mungkin saja fosil ini pernah ditemukan, tetapi kemudian terpendam lagi. Warga sudah membawa sampelnya ke beberapa universitas untuk diuji bahannya. Hasil yang baru kami terima jika batang ulin ini sudah tersilisifikasi," kata dia. 

Gandi mengatakan, pohon ulin dengan ukuran raksasa saat ini sangat sulit ditemukan lagi di Kalimantan. Satu-satunya yang bisa disaksikan saat ini hanya ada di Taman Nasional Kutai (TNK) di Kabupaten Kutai Timur. 

"Penemuan ini bisa menjadi pencerahan masyarakat terkait pohon ulin dan potensinya. Akan sangat bagus jika dimuseumkan. Sebab, saat ini tidak ada lagi pohon ulin besar, kecuali di TNK," kata dia.
http://regional.kompas.com/read/2015/06/10/14350521/Fosil.Ulin.Sepanjang.40.Meter.Ditemukan.di.Kukar
 
 
 

Selain Akik, Batu Fosil Ulin Mulai Diburu Kolektor

 
NUNUKAN, KOMPAS.com - Selain batu akik, batu fosil kayu ulin mulai diburu oleh kolektor batu di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Hal ini terlihat dari pameran batu akik yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resort Nunukan yang mulai digelar hari ini, Rabu (8/4/2015). 

Salah satu pemburu batu fosil kayu di Kabupaten Nunukan Henry mengatakan, satu buah batu fosil kayu bisa bernilai Rp 1,5-8 juta karena fosil batu kayu tersebut masih dalam keadaan mentah.

”Yang lokal dari Rp 1,5 juta sampai 8 juta. Yang membedakan fosil batu ini selain motif dan ukuran juga dibedakan dari keras tidaknya fosil,” ujarnya, Rabu (8/4/2015). 

Selama tiga bulan menggeluti penjualan batu fosil kayu, Henry mengaku sudah mampu mengumpulkan uang lebih dari Rp 20 juta. Untuk mencari batu fosil kayu, Henry baru melakukan pencarian di sungai sungai sekitar hutan lindung Pulau Nunukan. 

Menurut dia, jenis batu fosil kayu yang diminati kolektor adalah fosil dari kayu ulin yang dulunya banyak terdapat di hutan Kalimantan. Selain beralur bagus, fosil kayu ulin memiliki kekerasan di atas rata-rata batu fosil dari jenis kayu lain. 

“Fosil tulang kayu ulin yang paling diminati karena uratnya bagus dan keras. Kalau dipukul bunyinya macam besi,” imbuhnya. 

Dari sepuluh koleksi miliknya yang dipamerkan, Henry mengaku semuanya sudah dipesan oleh salah satu pengusaha sawit di Nunukan. Menurut dia, jika batu fosil kayu diolah dengan melakukan pembersihan dan menggosok hingga mengilap, satu batu fosil kayu mampu dijual hingga lebih dari Rp 20 juta.

“Kalau bisa mengolah menjadi barang jadi, fosil dari Nunukan harganya bisa lebih dari Rp 20 juta tergantung ukurannya. Tapi kita masih kesulitan peralatannya,” ujar Henry.
 
http://regional.kompas.com/read/2015/04/08/15035571/Selain.Akik.Batu.Fosil.Ulin.Mulai.Diburu.Kolektor
 
 
Karena rawannya banyak penjual yang memalsukan fosil ulin yang sudah jadi di bentuk cincin atau liontin maka banyak pembeli lebih memilih membeli bahan berikut adalah bahan rough fosil ulin ukuran besar yang bisa anda jadikan perhiasan.

love it, share it!

google