UA-65026883-1

By Admin  Article Published 05 August 2015
 
 Pejabat buru batu permata Kabaena

Bombana, Sulawesi Tenggara (ANTARA News) - Batu permata asal Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menjadi rebutan banyak kalangan, terkhusus pejabat setempat sebab dianggap antik dan unik sehingga nampak indah saat digunakan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bombana, Rusman, di Bombana, Kamis, mengatakan, batu permata asal Kabaena yang dihasilkan pengrajin setempat telah tersebar tidak saja di kalangan pejabat setempat tetapi telah merambah hingga ke daerah lain.

Sekarang, rata-rata pejabat Bombana "demam" batu permata Kabaena itu. Batu itu memang unik, warna yang ditampilkan beraneka rupa dan bisa menimbulkan kesan berganti-ganti warna. 

Menurut Rusman, selain di kalangan pejabat setempat, permata asal Kabaena itu menjadi rebutan masyarakat karena memiliki "unsur hidup" sehingga dapat menggerakkan tampilan pada telepon genggam layar sentuh.

"Menggerakkan tampilan pada telepon layar sentuh menggunakan batu permata asal Kabaena itu unik, sebab tidak semua jenis batu dapat digunakan untuk hal semacam itu," ujarnya.

Malik, salah satu pejabat di Bombana, juga tertarik memiliki batu Kabaena sebab warna dan tampilannya sangat memikat.

"Unik karena batu Kabaena itu tidak lepas dari sifat mistisnya," celetuk Budiman A Razak, pejabat lain kolega Malik. Dia tidak mengungkap harga batu permata itu.

Malik kembali menimpali, dia mengoleksi batu Kabaena bukan karena dugaan sifat mistisnya itu, melainkan karena keindahan aneka warna dari batu yang dimilikinya itu.

Sementara itu salah seorang anggota DPRD Bombana, Ahmad Yani, menjelaskan, batu permata Kabaena itu terdapat di Desa Pongkalaero dan Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan.

"Lokasi batu permata di Desa Pongkalaero dan Batuawu dapat dijangkau dengan menggunakan perahu bermesin (katinting) menyusuri pantai ke arah selatan sekitar 45 menit, dilanjutkan dengan jalan kaki menelusuri Sungai Wawua ke arah hulu sejauh sekitar empat kilometer," ujarnya.

Sedangkan di Desa Batuawu, lanjut Ahmad Yani untuk sampai ke lokasi batu permata, dapat menggunakan perahu dengan jarak tempuh sekitar 45 menit ke arah utara menyusuri pantai dari kampung Batuawu.

"Setelah itu dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 1,5 km menyusuri alur sungai kering liar hingga ke wilayah kontrak kerja PT Vale," urainya.
 
 
Unik, Batu Permata Kabaena Bisa Gerakkan Gadget
TEMPO.CO, Kendari- Batu permata asal Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, menjadi rebutan banyak kalangan. Tak terkecuali pejabat setempat. Ini karena batu Kabaena dianggap antik dan unik.

Kolektor batu Kabaena, Syahrul Gelo (37) mengatakan mengatakan, batu asal Kabaena telah tersebar tidak saja di kalangan pejabat setempat tetapi telah merambah hingga ke daerah lain.

Sekarang, rata-rata pejabat Bombana "demam" batu permata Kabaena itu. Batu itu memang unik, warna yang ditampilkan beraneka rupa dan bisa menimbulkan kesan berganti-ganti warna.

Menurut Syahrul selain diminati kalangan pejabat, batu Kabaena juga digandrungi masyarakat. Sebab, batu ini memiliki unsur hidup. Sehingga, dapat menggerakkan tampilan pada telepon seluler layar sentuh.

"Bbisa menggerakkan pada tampilan layar telepon sentuh. Padahal umumnya batu kan tidak bisa seperti itu," katanya, Sabtu 8 Februari 2015.

Syafruddin, pejabat di Sulawesi tenggara, juga tertarik memiliki batu Kabaena. Ia terpikat warna dan tampilannya sangat memikat. Soal unsur hidup karena bisa menggerakan gadget, Syafruddin mengatakan bukan hal itu yang membuatnya terpikat.

"Sekarang kalau bilang batu, orang carinya batu Kabaena. Banyak pedagang batu dari Jawa dan Sumatra datang ke Sulawesi Tenggara buru batu Kabaena," katanya.

Batu permata di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana tersebar di wilayah Kecamatan Kabaena Selatan di Desa Pongkalaero, Desa Batuawu dan Desa Rahadopi. Ada belasan jenis batu mulai dari giok, solar hingga batu firus merah. Harganya pun bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta jika sudah diasah.


Related Article