UA-65026883-1

By Admin  Article Published 10 December 2015
 
 

 

Gambar Batu Quartz (Kuarsa) 01Artikel dibawah ini membahas tentang asal, jenis, dan perawatan batu Quartz (Kuarsa). Jika Anda ingin mengetahui kisaran harga batu ini, Anda bisa melihatnya disini: Harga Batu Quartz

Batu Quartz (atau disebut juga dengan Kuarsa) adalah salah satu mineral yang paling penting di bumi dan menjadi salah satu kelompok batu permata yang paling populer. Quartz adalah mineral kedua terbanyak yang ditemukan di kerak benua, setelah Feldspar. Nama “Quartz” diduga berasal dari bahasa Jerman “Quarz”, yang kemungkinan berasal dari kata Slavia dan Polandia yang artinya “Keras”. Nama ini cukup deskriptif menggambarkan kekerasan batu Quartz itu sendiri, yang mencapai 7 skala Mohs. Batu permata lainnya sering dibandingkan dengan Quartz ketika mengklasifikasikan kekerasan atau daya tahannya.

Ada dua varietas utama dari Quartz, yang kemudian dibagi lagi menjadi nama-nama varietas yang lebih spesifik. Semua batu Quartz memiliki komposisi kimia yang sama, yaitu silikon dioksida (SiO2), tetapi mereka memiliki perbedaan pada kelas kristal dan formasinya. Dua cabang utama Quartz adalah Macrocrystalline Quartz dan Cryptocrystalline Quartz. Yang termasuk Macrocrystalline Quartz adalahAmethyst (Kecubung Ungu), Aventurine, Rock Crystal, Blue Quartz, Citrine (Kecubung Kuning), Hawk’s Eye (Mata Elang), Prasiolite, Cat’s Eye Quartz (Kuarsa Mata Kucing), Smoky Quartz (Kecubung Teh), Rose Quartz (Kuarsa Mawar), dan Tiger’s Eye (Mata Macan atau Mata Harimau). Macrocrystalline Quartz biasanya transparan tembus cahaya sampai tembus cahaya tapi tidak transparan, dan bentuk kristalnya lebih besar daripada Cryptocrystalline Quartz. Cryptocrystalline Quartz bentuk kristalnya kecil berukuran mikroskopis, yang dalam banyak kasus tidak bisa dilihat bahkan dengan pembesaran. Cryptocrystalline Quartz tumbuh bersama dengan Moganite, sebuah polimorf Quartz, juga disebut sebagai Chalcedony. Chalcedony sendiri meliputi berbagai jenis batu permata Quartz lainnya seperti Agate, Chrysoprase, Bloodstone, Jasper, dan Carnelian. Cryptocrystalline Quartz biasanya buram atau tidak tembus cahaya sampai tembus cahaya tapi tidak transparan.

Batu Quartz sangat atraktif, tahan lama, dan tergolong keras. Dalam banyak kasus, batu Quartz cukup murah dan tersedia dalam ukuran yang besar. Beberapa varietas Quartz bisa sangat langka, sementara yang lainnya sangat berlimpah. Batu Quartz adalah bahan yang sangat serbaguna yang dapat dipotong dan diukir menjadi berbagai bentuk dan ukuran. Telah digunakan selama berabad-abad dalam pembuatan perhiasan dan ukiran-ukiran hias. Saat ini, batu Quartz tidak hanya sebagai salah satu batu permata yang paling penting dalam perdagangan, tapi juga memiliki banyak kegunaan penting dalam bidang industri.

Gambar Batu Quartz (Kuarsa) 02

Cara Mengidentifikasi dan Mengenali Batu Quartz:

Tidak ada tes pasti untuk mengidentifikasi batu Quartz. Dibutuhkan sejumlah tes untuk meyakinkan pengidentifikasian. Kebanyakan laboratorium batu permata menggunakan kombinasi analisis tradisional dan instrumen canggih saat pengujian sampel batu Quartz. Analisis tradisional akan memeriksa inklusi dan zonasi warna yang biasanya hanya ditemukan pada batu Quartz alami. Spektroskopi inframerah digunakan untuk melihat grafik panjang gelombang cahaya inframerah yang diserap oleh batu Quartz. Kristal Quartz juga menunjukkan sifat Piezoelectric (kristal bisa menghasilkan dan menyimpan muatan listrik ketika mengalami stres mekanik, tekanan, atau fluktuasi suhu yang ekstrim), sifat yang sama yang juga dimiliki batu Tourmaline dan beberapa batu permata lainnya. Batu Quartz sintetis atau buatan sering memiliki warna-warna yang tidak dimiliki oleh batu alami. Dalam banyak kasus, warnanya terlihat terlalu jelas dan kuat.

Warna-warna Macrocrystalline Quartz sangat bervariasi seperti spektrum, tetapi batu Quartz yang putih bening sejauh ini merupakan warna yang paling umum. Yang berwarna ungu (Amethyst), merah muda (Rose Quartz), abu-abu atau coklat sampai hitam (Smoky Quartz) juga umum. Dalam sorot cahaya buatan, Quartz tidak bisa memperlihatkan penampilan terbaiknya. Penampilan terbaiknya bisa dilihat pada siang hari, terutama setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam. Warna-warna yang lebih gelap dan tua adalah yang paling berharga.

Batu Quartz yang bagus adalah yang Transparent (tembus cahaya tanpa difusi berlebihan atau mungkin memiliki rutile berwarna hitam atau cokelat kemerah-merahan atau inklusi lainnya), yang berarti cahaya bisa menembus batu tanpa hambatan. Pada batu Quartz yang Translucent (tembus cahaya tapi tidak transparan), cahaya yang menembusnya sedikit melemah. Batu Quartz yang terbaik adalah yang “bersih”, bebas dari inklusi apapun. Kemilau batu Quartz seperti kaca kristal, sedangkan yang Cryptocrystalline Quartz biasanya kemilaunya seperti lilin dan membosankan, tetapi bisa juga berkilau seperti kaca.

Colorless Quartz atau batu Kuarsa yang putih bening selalu dibiarkan tetap alami, tidak melalui proses treatment apapun. Batu Quartz yang berwarna kadang-kadang ditingkatkan dengan treatment Dyed(menambahkan bahan pewarna ke dalam pori-pori atau retakan-retakannya untuk mengubah atau memperkuat warnanya) seperti yang terjadi pada batu Agate, treatment Irradiated (batu melalui proses radiasi untuk memperbaiki, memperkuat, atau mengubah warnanya), atau treatment Heated(batu dipanaskan pada suhu yang tinggi untuk meningkatkan warna dan kejelasannya. Treatment ini biasanya dilakukan pada batu mulia jenis Sapphire, Ruby, Tanzanite, Apatite dan Zircon biru). Beberapa batu mungkin juga diresapi atau dilapisi dengan lilin, resin tak berwarna, dan bahkan foil untuk meningkatkan warna, kilau dan stabilitasnya. Batu Quartz sintetis atau buatan juga melimpah. Batu Quartz berwarna yang alami biasanya menampilkan zonasi warna.

Meskipun banyak dari nama-nama varietas batu Quartz didasarkan pada warnanya, klasifikasi ilmiah lebih mengacu pada struktur kristal mineral tersebut. Dalam kebanyakan kasus, warna merupakan pelengkap identifikasi untuk varietas Cryptocrystalline Quartz, sedangkan varietas Macrocrystalline Quartz pengklasifikasiannya lebih mengutamakan warnanya. Batu Quartz lainnya mungkin juga diklasifikasikan berdasarkan wilayah, pola, atau inklusinya.

Beberapa nama dagang yang paling terkenal untuk batu permata dari golongan Macrocrystalline Quartz antara lain: Amethyst, Amethyst Quartz, Ametrine, Aventurine, Blue Quartz, Citrine, LemonQuartz, Mystic Quartz, Prasiolite, Rock Crystal, Rose Quartz, Rutile (atau Rutilated) Quartz, dan Smoky Quartz

Beberapa nama dagang yang paling terkenal untuk batu permata dari golongan Cryptocrystalline Quartz antara lain: Agate, Agate Geode, Agate Jasper, Blue Quartz, Bloodstone, Carnelian, Chalcedony, Chrysocolla Chalcedony atau Gem Silica, Chrysoprase, Carnelian Onyx, Dendritic Agate,Dumortierite Quartz, Fire Agate, Hawk’s Eye, Jasper, Onyx, Prase, Cat’s Eye Quartz, Sard, Sardonyx, Tiger’s Eye, Tiger’s Eye Matrix, Moss Agate, dan Scenic Agate.

Gambar Batu Quartz (Kuarsa) 03

Lokasi Penambangan Batu Quartz:

Batu Quartz bisa ditemukan hampir di seluruh lokasi di dunia. Batu ini adalah konstituen utama dari Granite dan batuan beku lainnya. Juga sering ditemukan pada batuan sedimen dan merupakan komponen umum dari batuan metamorf. Kristal yang terbentuk dengan baik bisa mencapai ukuran yang sangat besar, seringkali melebihi beberapa meter panjangnya dan beratnya bisa lebih dari seratus kilogram.

Deposit Macrocrystalline Quartz bisa ditemukan (tidak terbatas) pada tempat-tempat berikut:

  • Amethyst (Kecubung Ungu): Brazil, Bolivia, Canada, India, Madagascar, Mexico, Myanmar (Burma), Namibia, Russia, Sri Lanka, United States (Arizona), Uruguay, dan Zambia.
  • Ametrine: Brazil dan Bolivia.
  • Aventurine: Austria, Brazil, India, Russia, dan Tanzania.
  • Citrine (Kecubung Kuning): Argentina, Brazil, Madagascar, Namibia, Russia, Scotland, Spain, dan United States.
  • Hawk’s Eye (Mata Elang): Brazil, India, dan Sri Lanka.
  • Prase: Austria, Finland, Germany, dan Scotland.
  • Prasiolite: Brazil dan United States (Arizona).
  • Cat’s Eye Quartz (Kuarsa Mata Kucing): Brazil, India, dan Sri Lanka.
  • Rose Quartz (Kuarsa Mawar): Brazil, India, Madagascar, Mozambique, Namibia, Sri Lanka, dan United States.
  • Rock Crystal: Brazil, Madagascar, dan United States.
  • Smoky Quartz (Kecubung Teh): Brazil, Madagascar, Russia, Scotland, Switzerland, dan Ukraine.
  • Tiger’s Eye (Mata Macan atau Mata Harimau): Australia, India, Myanmar, Namibia, South Africa, Sri Lanka, dan United States.

Deposit Cryptocrystalline Quartz bisa ditemukan (tidak terbatas) pada tempat-tempat berikut:

  • Australia: Agate, Chrysoprase, dan Bloodstone.
  • Brazil: Agate, Chalcedony, Carnelian, Bloodstone, dan Chrysoprase.
  • China: Agate dan Bloodstone.
  • India: Agate, Chalcedony, Bloodstone, Carnelian, dan Chrysoprase.
  • Kazakhstan: Chrysoprase.
  • Madagascar: Agate, Chalcedony, dan Chrysoprase.
  • Mexico: Agate.
  • Mongolia: Agate.
  • Namibia: Agate, Blue Chalcedony, dan Chalcedony.
  • Russia: Chrysoprase.
  • Sri Lanka: Chalcedony.
  • Uruguay: Agate, Chalcedony, dan Carnelian.
  • South Africa: Chrysoprase.
  • Tanzania: Chrysoprase.
  • Zimbabwe: Chalcedony dan Chrysoprase.
  • United States: Agate (Montana dan Wyoming), Chalcedony (California), Chrysocolla Chalcedony (Arizona), Bloodstone dan Blue Chalcedony (California, Nevada, Oregon).

Penggunaannya Sebagai Perhiasan:

Quartz adalah batu permata yang ideal untuk semua jenis perhiasan. Batu ini mudah didapatkan dan harganya cukup terjangkau. Bahkan batu-batu yang berukuran besar dapat dibeli dengan harga yang menarik. Quartz juga merupakan salah satu batu permata berwarna yang mudah dijumpai di setiap toko perhiasan. Batu Quartz cukup awet digunakan pada cincin sehari-hari dan juga ideal untuk aplikasi perhiasan lainnya. Batu ini bisa dikenakan oleh pria atau wanita karena bisa ditemukan dalam berbagai warna. Anda bisa menemukan batu Quartz dalam berbagai bentuk dan potongan, mulai dari cabochon sampai facet. Batu Quartz juga sering diukir menjadi hiasan yang menarik, seperti ukiran hewan, atau sebagai segel dan lencana.

Perawatan Batu Quartz:

Quartz memiliki kekerasan yang relatif baik pada 7 skala Mohs, tapi masih lebih lunak daripada batu permata populer lainnya seperti batu Safir (Sapphire), Merah Delima (Ruby), Zamrud (Emerald), dan Berlian (Diamond). Kebanyakan batu Quartz mudah dibersihkan dan dirawat. Namun, beberapa jenis batu Quartz seperti Agate dan Chalcedony sangat berpori, sehingga mereka mudah menyerap warna yang tidak diinginkan. Untuk membersihkan batu permata Anda, cukup gunakan air biasa dan sabun ringan. Lap batu Anda menggunakan kain yang lembut dan pastikan membilas dengan bersih untuk menghilangkan sisa-sisa residu sabun. Hindari kontak yang terlalu lama dengan panas atau cahaya matahari langsung dan hindari fluktuasi suhu yang ekstrim. Seperti kebanyakan batu permata lainnya, hindari penggunaan pembersih uap (Steam Cleaner) dan pembersih ultrasonik.

Selalu lepas perhiasan batu Quartz sebelum berolahraga, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, atau ketika beraktivitas berat lainnya. Simpan terpisah dari batu permata lainnya untuk menghindari goresan dan gesekan. Jika memungkinkan, bungkus permata Anda menggunakan kain yang lembut atau masukkan ke dalam kotak perhiasan yang berlapis kain.



Related Article