UA-65026883-1

By Admin  Article Published 05 August 2015
 
 Batu Panca Warna Raja Ampat Papua Barat

Batu Akik Raja Ampat dihargai Rp 5 Juta hingga Rp 250 Juta

Wartanya.com – Demam batu akik masih menjangkit masyarakat di Indonesia, beberapa waktu yang lalu digelar pameran batu akik di Balai Panjang Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Pameran yang diselenggarakan pada hari Sabtu (18/4/2015) kemarin, banyak batu akik yang dipamerkan dan dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.

Salah satunya adalah batu akik jenis Badar Emas dari Raja Ampat, Papua Barat. Penjual batu akik tersebut mengatakan bahwa jika batu itu dijual di Papua maka harga per kilogramnya sekitar Rp 5 jutaan. Namun, bila dijual di luar Papua harganya bisa naik tajam hingga 3 kali lipatnya.

Sedangkan batu yang masih berbentuk bongkahan sebesar kepalan tangan dibanderol dengan harga Rp 250 juta.”Kalau yang ini (bongkahan) seharga Rp 250 juta, sementara yang sudah jadi cincin paling mahal seharga Rp 25 Juta,” terang Said yang mengaku berasal dari Sorong, Papua. Menurutnya, mahalnya batu akik jenis Badar Emas dikarenakan memiliki kandungan kadar logam mulia yang ada di dalam batu tersebut. “Ada campuran emasnya,” ucap dia.

Said sebelumnya adalah seorang anggota Satpol PP di Sorong. Akan tetapi mulai tahun 2012 lalu dia memilih untuk berbisnis batu dan meninggalkan pekerjaannya. Pameran batu akik yang dilaksanakan kemarin itu diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMP-Indonesia). Rencananya pembina HMP-Indonesia Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto akan menerangkan konsepsi pemberdayaan industri batu akik agar menjadi industri rumah tangga yang terfokus pada pengemasan, penjualan dan high promotion dengan sistem pemasaran di dunia.

Di lain informasi, dalam pameran batu diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah dan beberapa jenis batu akik pun telah dipamerkan. Salah satu batu yang dilirik banyak pengunjung adalah Panca Warna Raja Ampat.

Batu raja ampat merupakan batu yang didominasi warna kuning, putih hitam dan masih dalam bentuk bongkahan sebesar buah kelapa hijau. Batu itu asli dari tanah Papua.

“Ini dari Raja Ampat, Papua,” kata Said Marsalin si pemilik batu, Sabtu (18/4/2014) malam.

Said mengungkapkan jika batu tersebut dijual di Papua dengan harga per kilogramnya Rp 5 juta. Namun beda harganya di luar Papua bisa sampai 3 kali lipat.

“Satu kg kalau di sini Rp 15 juta,” ujarnya.

Pria asal Tidore ini memiliki stand yang hanya menjual batu-batu dari Papua, seperti Panca Warna Raja Ampat dan Badar Emas.

Said dulunya berprofesi sebagai anggota Satpol PP di Sorong, Papua. Namun sejak 2012 lalu dia memilih berbisnis batu dan meninggalkan pekerjaannya. “Untungnya lumayan,” tuturnya.

Pameran batu itu digelar dalam acara Expo Simposium dan Great Stone Nusantara 2015 bertemakan “Batu Mulia Indonesia antara Budaya dan Bisnis dalam Menembus Pasar Global” yang digelar dalam rangka Peringatan 60 Tahun KAA di Museum Indonesia, TMII. Pameran digelar dari tanggal 15-21 April.
 

Bongkahan batu Badar Emas asal Raja Ampat, Papua Barat yang ditampilkan pada pameran batu akik, di Balai Panjang Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (18/4/2015)


Related Article