UA-65026883-1

News Published 01 June 2011
 
 
MAGELANG, KOMPAS.com — Di tengah tren dan popularitas batu akik dan batu mulia yang menanjak, Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut meramaikannya.

Ditemui Tribun Jogja seusai bersantap di warung kupat tahu Pojok Bayeman, Kota Magelang, Rabu (11/2/2015) petang, Pak Beye, begitu ia juga biasa disebut, menilai demam batu mulia dan batu akik akhir-akhir ini positif.

Ia pun mengaku mempunyai beberapa koleksi, yang satu di antaranya paling sering ia kenakan di jari manis tangan kiri. Saat diwawancara, SBY juga mengenakan cincin emas bermahkota batu kemilau coklat bergaris di tengahnya.

Koleksi lain diyakini jenis bacan doko, batu mulia dari Pulau Bacan, Maluku, yang masuk golongan berharga jual mahal. Konon, di salah satu kontes batu mulia, jenis bacan doko ini ada yang menyambar dengan harga gila, Rp 3 miliar.

"Saya tidak koleksi batu mulia. Hanya punya satu atau dua biji, tidak banyak," kata SBY merendah sembari tersenyum. Ia sampai menghentikan langkahnya saat ditanya tentang batu mulia koleksinya.

Batu mulia yang dikenakan SBY itu, menurut sejumlah kalangan, disebut mata kucing (cat's eye). Batu mata kucing ini merupakan batu mulia yang memiliki guratan memantulkan sinar memesona.

Sebagian besar batu mata kucing ini memiliki warna kuning madu, coklat kehitaman, dan hijau muda. Kekerasan batu mulia yang satu ini berkisar antara 8-9 mohs sehingga memiliki daya tahan atau ketahanan yang sangat kuat.

Meski SBY enggan menjelaskan detail batu mulia yang dipakainya, batu mata kucingnya itu berjenis biduri mata kucing krisoberil atau chrysoberil's cat's eye.

Inilah yang dipercaya menjadi medan aura dan kewibawaan bagi SBY semasa berkuasa hingga saat ini setelah purnatugas.

Di matanya, batu mulia dan batu akik asli Indonesia tak kalah dengan batu mulia di negara-negara lain. Ia pun menyambut gembira meningkatnya popularitas batu akik dan batu mulia di berbagai daerah.

"Saya kira cukup bagus dengan adanya tren batu mulia atau akik semacam ini. Harus disambut dengan baik. Yang perlu didorong adalah produksi pengrajin (batu mulia) dalam negeri agar tidak kalah dengan negara lain," ujar SBY.

SBY yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur, ini mengakui batu mulia dan akik di berbagai daerah Indonesia bagus kualitasnya. Bahkan, dia menilai bahwa batu mulia di Indonesia bisa maju jika didorong teknologi.

"Teknologi perlu diajarkan dan juga seninya supaya diterima oleh pasar," jelasnya. Dia meyakini bahwa suatu saat nanti batu mulia atau batu akik akan banyak diminati oleh banyak negara di dunia.(Ign Agung Ismiyanto)